Cerita Sex | Cerita Dewasa Hot | Cerita Ngentot | Cerita ABG | Cerita Porn | Cerita Seks Dewasa – Si Boss Nafsu Dengan Anuku. Saat dengar suara dari boss aku dipanggil lagi untuk menghadapnya , terlihat Bosku Ibu wati nampak serius dan tegang dari wajahnya, aku beranikan diri unutk bertanya kepada beliau:
Cerita Seks Si Boss Nafsu Dengan Anuku

Cerita Seks Si Boss Nafsu Dengan Anuku
“Ada apa ya bu memanggil saya,terlihat wajah ibu keliahatan tegang dan serius apa ada masalah” tanyaku sambil duduk dihadapannya.
“Ini lho ndy, akhir akhir ini aku stress banyak urusan yang harus cepat aku selesaikan yaitu urusan kantor dan lagi dirumah aku sedang berantem dengan suamiku”jawabnya dengan nada tenang dan wajah yang genitnya.
“Justru aku manggil kamu karena aku lagi kesel. Kenapa ya kalau lagi kesel trus ngeliat kamu aku jadi tenang”, tambahnya menatapku dalam.
Aku terhenyak diam, terpaku. Masak sih Bu Wanti bilang begitu? Batinku.
“Andy, ditanya kok malah bengong”, Bu Wanti menyenggol lenganku.
“Eeehh nggak, abisnya kaget dengan omongan Ibu kayak tadi. Aku kaget dibilang bisa nenangin seorang wanita cantik”, balasku gagap.
“Ndy nanti temenin aku makan siang di Hotel ya.. Kita bicarain soal promosi kamu.
Tapi kita jangan pergi bareng , nggak enak sama teman kantor. kamu duluan aja, kita ketemu disana”, kata Bu Wanti. Cerita Sex Terbaru
Aku semakin tergagap, tidak menyangka akan diajak seperti ini. “Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya. Setelah membereskan file-file, pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janji makan siang.
Dalam mobilku aku coba menyimpulkan promosi jabatan apa yang akan Bu Wanti berikan. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya.
Kenapa harus makan siang di hotel? Terbersit dipikiranku, mungkin Bu Wanti butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudaha teman tidur.. upss mana mungkin Bu Wanti mau tidur dengan aku. Dia itu kan kelas atas sementara aku karyawan biasa.Cerita Sex Bos Ngentot
Aku kesampingkan pikiran kotor. Sekitar setengah jam aku menungu di lobby hotel tiba-tiba seorang bellboy menghampiriku. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 809, katanya Bu Wanti menunggu di kamar itu.